Curi Kayu Sono, Delapan Pelaku Bakal Berlebaran Dibalik Jeruji Besi

PONOROGO – Delapan pria masing masing PM,MS, PT,SI, KT, TR,SN, dan SD yang seluruhnya warga Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo terpaksa berurusan dengan anggota kepolisian Polres Ponorogo.

Mereka ditangkap Polisi karena kedapatan memotong pohon jenis kayu sono keling milik perum perhutani.

Tak hanya mengamankan delapan pelaku penebangan pohon atau ilegaloging, Polisi juga mengamankan satu truk bernomor Polisi AE 8986 ND yang berisikan potongan kayu gelondongan. Termasuk dua alat tebang manual berupa gergaji panjang dan sebuah kapak yang digunakan para pelaku untuk menebang pohon.

‘’Tim resmob Polres Ponogo yang berhasil menangkap delapan pelaku pencurian kayu hutan lindung ini. Awalnya mereka tidak bisa menunjukan surat surat kayu hingga akhirnya terbukti jika mereka mencuri dan menebang pohon di hutan lindung,’’ kata Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant (24/5).

Dari hasil keterangan para pelaku, kayu jenis  sono keling ini rencananya akan dijual ke seorang pemesan di Kabupaten Trenggalek dengan harga delapan juta rupiah. Sementara sopir dan kenek truk akan diberi upah satu juta jika pengiriman barang illegal ini berhasil sampai tujuan.

‘’Pemesannya sudah ada, seorang warga Trenggalek yang saat ini masih diburu anggota kami. Dari delapan pelaku dua diantaranya sopir dan kenek, mereka semua tinggal disatu desa,’’ jelas Kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, delapan pelaku terancam merayakan lebaran di tahanan Polres Ponorogo. Mereka bakal dijerat dengan UU no 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.