Kapolres Ponorogo Sambangi Desa Pengkol

PONOROGO – Polisi memang harus dekat bersama masyarakat. Sebagai bukti nyata Kapolres Ponorogo Bersama jajarannya mengadakan Silaturahmi Bersama Masyarakat. Pada kesempatan itu, Polres Ponorogo juga menggelar Layanan Masyarakat Terpadu dan Cepat “Layar Tancep” Polres Ponorogo, Rabu (07/11/2018) malam.

Kegiatan digelar dalam rangka silaturahmi Kamtibmas bertempat di Balai Desa Pengkol, Kecamatan Kauman tersebut dihadiri 250 warga setempat. Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, S.I.K, M.Hum hadir bersama beserta Kabag,Kasat Opsnal Polres Ponorogo.

Tak ketinggalan jajaran Forpimka Kauman, Kades dan perangkat Desa Pengkol, Tokoh Pemuda, Tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pada kesempatan itu Kades Pengkol, Sutomo mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kapolres Ponorogo atas kehadirannya di Desa Pengkol. “Masyarakat Pengkol Sangat membutuhkan pembinaan kamtibmas dari Polres,  Perlu kami sampaikan bahwa situasi kamtibmas desa Pengkol sampai dengan saat ini sangat kondusif Desa Pengkol secara geografis terletak di perbatasan dengan wilayah Kec Siman dan Kec Balong.”kata Sutomo.

Sedangkan Kapolres Ponorogo, AKBP RADIANT, S.IK., M.Hum.,Mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Desa Pengkol yang mana telah mempersiapkan acara pada malam hari ini dengan acara safari reyog kamtibmas.

Kapolres juga menjelaskan bahwa kehadiran Kepolisian semata-mata untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,  harkamtibmas dan gakkum. “Peran serta masyarakat dalam mewujudkan kemananan memegang peranan penting dalam pelaksanaan tugas Polri,” ujar AKBP Radiant.

Pihaknya menambahkan bahwa kegiatan silaturahmi ini juga bertujuan untuk mengetahui aspirasi masyarakat dalam kaitan dengan pelaksanaan tugas Polri. “Melalui Sagri Reyog Kamtibmas” ungkapnya.

Kapolres Ponorogo juga memaparkan bahwa medsos sangat besar pengaruhnya sehingga diperlukan kecermatan dan kedewasaan dalam menelaah pemberitaan-pemberitaan tersebut karena pemberitaan di medsos dapat mengakibatkan terjadinya friksi dan perpecahan untuk memecah belah bangsa Indonesia.

“Sehingga diperlukan klarifikasi atau tabayyun dalam menelaah pemberitaan jangan terpancing dengan peristiwa pembakaran bendera oleh Banser di Garut. Bendera yang dibakar adalah bendera HTI bukan bendera Tauhid dan HTI sudah dibubarkan oleh pemerintah” jelasnya.

Setelah silaturahmi selesai juga diadakan penyerahan bingkisan berisi lampu pengaturan lalu lintas dari Kapolres Ponorogo kepada Kades Pengkol.