Kapolsek Babadan Laksanakan Koordinasi Dengan Pihak Terkait, Antisipasi Permasalahan Dampak Pemasangan Submersible Pump

Tribratanews.polri.go.id-polres ponorogo-Akibat kemarau panjang, banyaknya pemasangan sumur sibel atau submersible pump untuk pengairan persawahan menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan air bersih terhadap kebutuhan rumah tangga di wilayah kecamatan Babadan kabupaten Ponorogo. Wilayah kecamatan Babadan hampir 60% merupakan lahan persawahan yang dikerjakan petani produktif, khusunya padi dalam satu tahun bisa tiga kali panen.

Bertempat di pendopo balai desa Trisono kecamatan Babadan, Kapolsek Babadan AKP Sukamto, S.H. beserta Kanitintelkam Aiptu Frans Sukisna, S.H., Kanitbinmas Aipda Wakhid Aji, Kasihumas Aipda Bayu Dwi, BBKTM Ds. Trisono Bripka Hendri dan Babinsa Ds. Trisono Serda Inacio melaksanakan koordinasi antisipasi permasalahan dampak pemasangan sumur sibel atau Submersible Pump di area persawahan terhadap kebutuhan air bersih rumah tangga di wilayah desa Trisono kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo, Rabu (09/10/2019).

Giat koordinasi dihadiri Kades Trisono bapak Misni, sekretaris desa Trisono bapak Sukamto, Perangkat desa atau bayan bapak Saman, perangkat desa atau sambong bapak Hartono dan perwakilan kelompok masyarakat desa Trisono bapak Budiono.

Dalam giat koordinasi tersebut, Kapolsek Babadan menyampaikan, mengingat ini musim kemarau agar pengaturan air untuk mengairi sawah diatur sebaik mungkin supaya tidak menimbulkan permasalahan dan mengganggu kebutuhan air rumah tangga. Agar pihak pemerintah desa atau sambong, berkoordinasi dengan kelompok masyarakat yang ada di desa Trisono guna antisipasi permasalahan yang mungkin timbul terkait pemasangan submersible pump, apabila ada permasalahan terkait pemasangan Submersible Pump, segera sampaikan kepada pihak terkait. Mari bersama sama ciptakan sitkamtibmas aman kondusif di wilayah Babadan,”Ucapnya.

Kepala desa Trisono menyampaikan memang di wilayah desa Trisono banyak pemasangan sumur sibel atau submersible pump untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah, namun dipastikan kebutuhan air di wilayah desa Trisono terpenuhi, selain dari submersible pump, persediaan air di desa Trisono terpenuhi dari aliran sungai asin dan giliran aliran air dari kecamatan Ngebel. Pihak pemerintah desa sudah mengeluarkan peraturan pemasangan submersible pump dengan kedalaman maksimal 45 meter. Memang akhir akhir ini di medsos sedang viral adanya pemasangan
submersible pump berdampak pada kebutuhan air rumah tangga, namun semua bisa menyadari dikarenakan mayoritas warga masyarakat desa Trisono bermata pencahariaan petani. Rata rata warga masyarakat desa Trisono telah memasang submersible pump untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga,” Terangnya Misni.