Operasi Zebra di Ponorogo Naik Drastis di banding tahun kemarin

Ponorogo –  Polres Ponorogo dalam melaksanakan Operasi Zebra Semeru 2017 yang digelar selama 14 hari telah berakhir pada hari Selasa (14/11/2017) kemarin.  Berbagai usaha dan inovasi untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas terus digencarkan jajaran Satlantas Polres Ponorogo setiap hari tanpa jeda selama berlangsungnya operasi baik dari sat gas Preemtif, preventif ataupun Gakum.

Upaya pihak kepolisian untuk mencegah terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas berupa penanaman nilai dan norma, didukung upaya preventif yakni upaya tindak lanjut dari preemtif atau pencegahan melalui tindakan kepolisian seperti  Sosialisasi di Radio, sekolahan – sekolahan , patroli maupun  dan penegakan hukum. Dalam konteks ini berupa teguran atau tilang.

 

Banyak Pola pola tindakan represif yang mengedepankan penegakan hukum bidang lalu lintas. Kegiatan yang dilaksanakan bisa razia stationer maupun hunting systemmelalui patroli rutin dan skala besar, setelah terlebih dahulu di laksanakan Sosialisasi terhadap Warga dan khusunya kepada para pengguna baik yang masih usia remaja atau sekolah dan ataupun Pelajar.

Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Wiliam TS, S.I.K  Menjelaskan, pola kegiatan sepanjang Operasi Zebra Semeru 2017 baik preemtif, preventif dan Gakkum dilaksanakan secara berkesinambungan agar hasil dan tujuan operasi dapat optimal. Meskipun operasi telah berakhir, bukan berarti tindakan kepolisian tersebut berhenti. Hasil operasi akan dievaluasi dan dikaji lebih dalam tentang kelemahan dan kekurangannya untuk kemudian dilakukan perbaikan yang akan diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari.

“Tentu penegakan sosialisasi tidak akan berhenti walaupun Operasi Zebra 2017 telah berkhir namun hasil Anev (Analisa dan Evaluasi) operasi akan dijadikan kajian semacam pedoman untuk perbaikan kedepan. Nah, perbaikan inilah yang nantinya dipergunakan sebagai acuan operasional di lapangan” jelas AKP William.

Selama 14 hari hasil Operasi Zebra Semeru 2017 mengalami peningkatan yang sangat signifikan dan pelanggaran di dominasi oleh pelajar di bandingkan tahun 2016 tilang sebanyak 1.615 penindakan dengan rincian 1.503 penindakan dengan tilang dan 112 penindakan dengan menggunakan tegoran sdangkan hasil operasi tahun 2017 sebanyak 3.753 penindakan dengan rincian 3.620 peninandakan dengan menggunakan tilang dan 133 penindakan tegoran sehingga mengalami  kenaikan sebesar 241%.

“Dari keseluruhan pelanggaran, 90% melibatkan sepeda motor dan 38% diantaranya berusia pelajar” jelas AKP William .

Tinggal mengolah komitmen dan kemauan kita. Jangan sampai anak-anak, saudara kita menjadi korban kecelakaan yang berawal dari ketidaktaatan terhadap peraturan lalulintas. Mari kita selamatkan generasi muda tercinta. Mari bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalulintas. Bersatu keselamatan nomor satu” pungkasnya.